Rabu, 30 September 2015

tugas perilkon 1

Departemen Ekonomi Sumberdaya Lingkungan 

esl.fem.ipb.ac.id

Fakultas Ekonomi dan Manajemen 

http://fem.ipb.ac.id/

Institut Pertanian Bogor

ipb.ac.id

 

                          
Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)

Department of Family and Consumer Sciences, (www.ikk.fema.ipb.ac.id) 

College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)

Bogor Agricultural University IPB (www.ipb.ac.id)

 

 Dosen Mata Kuliah Perilaku Konsumen

 
 Prof Dr Ir UJANG  SUMARWAN, MSc 

Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA 

Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS 

Ir. Retnaningsih, MS 

Ir. Md djamaluddin, MSc  


Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.
buku Perilaku Konsumen





Nama saya Amalia Erlynandita Puspa Hapsari, saya mahasiswi Fakultas Ekonomi Manajemen, Departemen ESL, Institut Pertanian Bogor. Pada semester 5 ini, saya memutuskan untuk mengambil Supporting Course (SC) Perilaku Konsumen dari departemen IKK, Fema, IPB pada hari Kamis pagi dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan softskill. Kata konsumen membuat saya ingin tahu mengenai apa saja yang dapat saya ketahui mengenai konsumen karena bidang industri pangan membutuhkan konsumen sebagai market sehingga saya harus mengetahui apa saja perilaku dan sikap konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang ditawarkan. Kuliah ini diajar oleh seorang dosen Ibu Ir. Retnaningsih, MS.

Hari pertama kuliah merupakan hari yang menarik,ibu retna membuka mata kuliah dengan gaya yang cakap dan keibuan. beliau banyak memberikan ilmu dan men share pengalamannya yang multitasking. ibu Retna juga piawai memngajak mahasiswanya dengan cara yang komunikatif. kami diberikan Pertanyaan untuk menggambarkan konsumen dengan satu kata membuka wawasan mahasiswa mengenai apa saja ciri konsumen yang telah kita ketahui dan menambah wawasan bagi ciri-ciri yang belum kita ketahui. Dengan ciri-ciri yang disampaikan ini, kami menjadi lebih tanggap terhadap seperti apa perilaku konsumen yang akan kami pelajari. Kata-kata Trend, persepsi, pelayanan, belanja menggambarkan seperti apa tingkah laku konsumen sehari-hari. Setelahnya ibu Retna memberikan kesimpulan bahwa konsumen berkaitan dengan pelanggan, pemakai, pengguna, pembeli, barang, jasa, merek, harga, menawar, mencari info yang disimpulkan sebagai semua kegiatan, tindakan serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli dan ketika membeli.
Konsumen kemudian dibagi menjadi 2, yaitu individu dan organisasi yang dibedakan berdasarkan pengguna yang dituju. Kami pun diberikan pengetahuan berkaitan dengan perspektif pengambilan, yaitu rasional untuk memecahkan masalah keputusan yang dibagi menjadi eksperiensial dan behavioral. Hal menarik yang dapat ditemukan adalah konsumen merupakan suatu kumpulan massa yang universal, tidak peduli darimana asal negara dan bahasanya, mereka selalu digerakkan oleh motif-motif yang sama. Disiplin perilaku konsumen di dunia sebagai motif-motif ini berkembang karena ada kesamaan dan perbedaan perilaku, pakaian dan aksesoris yang sama, dan globalisasi.
Hari pertama kuliah memberikan saya gambaran secara luas mengenai apa itu konsumen dan hal tersebut membantu saya untuk memahami mengenai perilaku-perilaku konsumen yang didasarkan pada disiplin perilaku konsumen di dunia sebagai motif-motif perilaku mereka. Konsumen selalu dipersatukan, tidak dapat dibedakan satu sama lain, dan mereka merupakan unsur penting dalam kehidupan sehari-hari



Sabtu, 01 Maret 2014

Metamorfosis

Setiap orang memiliki langkah yang berbeda untuk menuju ke arah ke dewasaannya.
Metamorfosis adalah sepotong kenyataan yang ada di dunia bahwa potret kehidupan berlangsung melalui berbagai tahap.

Dan setiap tahap itu memiliki waktu dan rasa tersendiri.

Ketika kupu-kupu masih menjadi telur, mereka tidak mampu berbuat apa-apa. Hanya bisa berharap bahwa suatu saat nanti mereka bisa melanjutkan hidup untuk sampai ke tahap berikutnya. Sama seperti manusia, ketika usia kita tak lebih dari 5 tahun kita hanya mampu mengadopsi perilaku dari lingkungan yang kita lihat. Hanya bisa bermimpi suatu saat nanti akan menjadi orang dewasa yang kerap muncul di kotak televisinya.

Begitu pula ketika perjalanan sulit saat menjadi seekor ulat. Setiap ulat pasti selalu berdoa supaya dia tidak ditangkap untuk dijadikan sebagai umpan memancing ikan. Ulat manapun akan benci masa itu karena mereka terlihat sangat menggelikan dan sering diteriaki hama. Sama seperti manusia, akan ada saatnya manusia sampai pada titik dimana mereka tidak percaya diri, dan merasa tak mampu berbuat apa-apa. Hanya mampu menunggu dan berharap uluran tangan tuhan.

Dan ketika menjadi kepompong, mereka hanya mampu berharap dan menggantungkan hidupnya pada Tuhan. manusia pun punya saat seperti itu. Ketika mereka tak bisa melakukan apapun lagi, dan menunggu peluk hangat Alloh yang akan menyelesaikan semuanya.

Sampai akhirnya mereka ada pada tahap kupu-kupu. Mereka sudah mampu melakukan apapu  sendiri. Terlihat lebih cantik dan dinyanyikan anak-anak. Tidak terlihat menjijikan dan kerap disebut putri taman. Yang sama seperti manusia yang sudah berusaha sekuat mungkin. Karena pada waktunya nanti kamu pun mampu terlihat bersinar. Mampu terlihat cantik. Dan mampu terlihat hebat. Karena setiap mahluk punya kesempatan untuk bermetamorfosis

Sayapun sedang berada di tahap metamotfosis sudah di level apa? Entahlah mungkin saya masih ulat atau mungkin telur. Dan saya yakin akan ada waktunya nanti saya akan berubah menjadi kupu-kupu cantik dengan sayap yang mampu menyilaukan setiap mata.